Melongok Potensi Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Aug 18, 2017 | 17:39 WIB
Melongok Potensi Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kasepuhan Cirebon.(Wikipedia)

CIREBON, AYOCIREBON.COM—Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki segudang potensi pariwisata yang dapat menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Keraton yang terletak di Kecamatan Kasepuhan Kota Cirebon dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II cicit dari Sunan Gunung Jati ini mempunyai arsitektur perpaduan antara budaya Eropa, Arab, Cina, dan budaya lokal.

Di kompleks Keraton Kasepuhan, selain terdapat bangunan keraton, ada juga Masjid Merah atau dikenal dengan nama Masjid Sang Cipta Rasa yang berumur 600 tahun.

Uniknya, masjid ini memiliki tradisi azan pitoe di mana secara bersamaan tujuh orang muazin mengumandangkan azan setiap Salat Jumat.

Potensi pariwisata Keraton Kasepuhan pun semakin komplet dengan adanya bangunan museum baru yang diresmikan pada 10 Juni 2017. Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan museum pertama keraton dan satu-satunya di Indonesia yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern.

Museum ini mempunyai luas 1.000 m2 dan terletak di sebelah Museum Kereta Singa Barong yang lama. Benda-benda yang dipamerkan meliputi pusaka atau barang peninggalan mulai dari era akhir Kerajaan Padjadjaran, Sunan Gunung Jati, Fatahilah, peninggalan Putri Ong Tin Nio, Panembahan Ratu Cirebon, hingga era Sultan Kasepuhan.

Selain didukung dengan fasilitas modern dengan 14 kamera CCTV,  enam pendingin ruangan, audio visual, ruang kafetaria, ruang cinderamata, 55 lemari yang dilengkapi lighting, serta satu ruang khusus dengan pintu besi dan atap jaring besi dengan lemari kaca yang menggunakan password.

Ada juga satu ruangan khusus yang memamerkan peninggalan pusaka Sunan Gunung Jati yang hanya dibuka seminggu sekali, yakni setiap Jumat.

Guna mengoptimalkan potensi pariswisata, Keraton Kasepuhan Cirebon terus berupaya membenahi sektor pariwisata di antaranya kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengatakan pihaknya sedang berusaha meningkatkan Sapta Pesona Pariswisata dengan pembenahan di berbagai sektor seperti pemenuhan sumber daya manusia (SDM) dan kebersihan.

"Selama ini orang tahu Cirebon itu mempunyai segudang kesenian tapi mana? Maka untuk mengakomodir itu setiap bulan selalu ada agenda kesenian ditampilkan di Keraton Kasepuhan serta untuk mendukung meningkatkanya Sapta Pesona Pariwisata," ujarnya.

Sultan menyebut pemerintah memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan pariwisata.

"Provinsi ikut bantu mendampingi revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat yang selama tiga tahun merehabilitas bangunan keraton. Sedangkan pemerintah kota dan kabupaten lebih banyak pada kegiatan festival dan keseniannya," katanya.

Adapun kendala utama pengoptimalan potensi wisata yakni penataan pedagang kaki lima. "Tetapi segi positif adanya pariwisata Keraton Kasepuhan Cirebon dampaknya pengunjung banyak orang," ujarnya.

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600