Menanti Geliat Perekonomian di Jabar Utara
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Nov 13, 2017 | 16:56 WIB
Menanti Geliat Perekonomian di Jabar Utara
Pembangunan di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. (bijb)

CIREBON, AYOCIREBON.COM—Pesatnya pembangunan infrastruktur di Jawa Barat bagian utara memacu pertumbuhan perekonomian di daerah itu semakin bergairah.

Misalnya, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang dipastikan menarik investasi dari domestik maupun luar negeri.

Bandara yang memiliki luas 1.800 hektare (ha) dan ditunjang tiga runaway diprediksi menjadi salah satu bandara terbesar di Indonesia.

Saat ini pembangunan BIJB sendiri per Oktober 2017 mencapai 66,5%. Diharapkan, pembangunan bandara dengan total investasi Rp2,6 triliun ini rampung pada Februari 2018.

"Proyek BIJB dikerjakan 24 jam, agar soft launching digelar pada bulan April 2018 mendatang," ujar Direktur Utama PT Virda Dimas Ekaputra beberapa waktu lalu.

Sekretaris Perusahaan PT BIJB Wasfan W Widodo menambahkan, bandara dengan segala akses pendukungnya harus bisa ditangkap peluangnya oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian.

Kondisi ini ditunjang dengan rencana pendirian kawasan industri Aerocity, sudah beroperasinya tol Cipali, perampungan tol Cisumdawu, dan transportasi massal seperti kereta api yang terintegrasi dengan bandara. Penyerapan tenaga kerja di BIJB diprediksi 150.000-400.000 orang.

“Keberadaan BIJB menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi di sana. Diharapkan pertumbuhan ekonomi di wilayah utara akan bangkit,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menjelaskan keberadaan BIJB berdampak pada perubahan kultur masyarakat sekitar. Makan dari itu, Pemprov Jabar akan menyiapkan sejumlah lembaga pendidikan strategis untuk pemenuhan sumber daya manusia, agar masyarakat sekitar tidak tersisihkan.

"Adanya BIJB ini nantinya akan membawa perubahan kultur, maka sejumlah program SMK yang berkaitan perlu direalisasikan," katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengatakan dampak pengoperasian BIJB untuk Kota Cirebon bisa meminimalisir pengangguran.

“Alhamdulillah banyak sekali perkembanganya dengan ada BIJB," ujarnya, Senin (13/11/2017).

Sekda Kota Cirebon Asep Dedi menambahkan Kota Cirebon punya peran penting terkait akses menuju BIJB, 

"Tentunya Cirebon punya peran yang sangat penting dan strategis ketika dioperasikannya BIJB. tentunya akan berdampak sangat luar biasa," jelasnya.

Bila BIJB beroperasi, Kota Cirebon bisa menggelar sejumlah event berskala nasional dan internasional. Dengan demikian, berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing.

Secara ekonomi, sebut dia, iklim investasi di Kota Cirebon semakin diminati oleh para investor.

"Para pengusaha akan melihat ini sebagai sebuah peluang, mereka paham betul akan situasi, kondisi dan potensi yang akan ditimbulkan dari BIJB. Namun perlu dipersiapkan bagaimana menangkap peluang tersebut," imbuhnya.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat menuturkan sebenarnya wilayah Cirebon bukan sebagai kota penyangga BIJB tetapi tujuan utama. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan hal tersebut, Pemkot dan Pemkab Cirebon perlu menyiapkan berbagai fasilitas penunjang.

"Fasilitas tersebut di antaranya infrastruktur jalan, sistem transportasi massal, intergrated tourism, transformasi budaya, dan lainnya sebagainya," katanya.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja mengharapkan pemerintah menyiapkan strategi yang optimal guna menyedot investasi ke kawasan industri Aerocity yang berdekatan dengan BIJB.

Ia mengatakan sejumlah industri sudah memberikan sinyal positif untuk ekspansi ke wilayah tersebut.

“Kami perlu sinergitas dengan pemerintah dalam menyedot investasi ke kawasan industri Aerocity guna menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di Jabar,” katanya beberapa waktu lalu.

Editor : Adi Ginanjar
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600