Pekerja Pabrik Gula Sindang Laut Unjuk Rasa Tuntut Hak Karyawan
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Jan 12, 2018 | 14:24 WIB
Pekerja Pabrik Gula Sindang Laut Unjuk Rasa Tuntut Hak Karyawan
Pekerja pabrik gula Sindang Jati melakukan unjuk rasa di depan kantor PT PG Rajawali II di Kota Cirebon, Jumat (12/1). (ayocirebon/Faqih Rohman)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Puluhan pekerja Pabrik Gula Sindang Laut, Kabupaten Cirebon, menggeruduk kantor PT PG Rajawali II di Jalan Wahidin, Kota Cirebon pada Jumat (12/1/2018). Mereka menuntut hak-hak pekerja yang selama ini tidak diberikan oleh pihak perusahaan.

Dalam aksinya kali ini, para pekerja bersama dengan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa (Fordisma) 45 Universitas Tujuh Belas Agustus Cirebon menuntut lima hal. Di antaranya, menolak sistem outsourcing, tolak pemutusan hubungan kerja sepihak, pemberian jaminan sosial, optimalisasi kinerja pengawasan, serta mengangkat seluruh karyawan pekerja kontrak waktu tertentu (PKWT) menjadi pegawai tetap.

Salah seorang anggota massa, Doddy menuturkan jika selama bertahun-tahun bekerja, pihak perusahaan masih menggantungkan kejelasan status dirinya sebagai pegawai. Tak hanya itu, dia juga tidak mendapatkan atau didaftarkan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kami tuntut perbaikan kontrak. Kemudian masalah tunjangan kesehatan serta pesangon jika kami dikeluarkan. Selama kami bekerja, kami tidak puas dengan kontrak yang diberikan manajemen yang tidak jelas,” ungkapnya, Jumat (12/1/2018).

Dia menilai jika kontrak berbentuk PKWT tak sesuai dengan kenyataan. Pasalnya, karyawan bekerja sepanjang tahun, bukan dalam sistem kerja musiman. “Kami menuntut agar dikembalikan ke sistem organik,” tegasnya.

“Ada yang sudah bekerja 10-25 tahun, tapi kontrak masih itu saja. Kami juga menolak gagasan direksi yang menggantinya dengan sistem outsourcing. Ini jelas-jelas tidak berpihak kepada kami,” paparnya.

Sementara itu, anggota massa yang lain, Dwi Ade mengatakan jika perusahaan juga tak memperhatikan karyawannya yang mengalami musibah dalam waktu kerja. Seorang karyawan yang telah bekerja selama 17 tahun pernah mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja. “Dia menderita lumpuh karena syaraf terjepit. Pihak perusahaan hanya mengucapkan terima kasih,” katanya.

Jika kemelut ini tidak segera diselesaikan, sambung Dwi, seluruh pekerja mengancam akan melaporkan pihak perusahaan kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.

"Kami sekarang belum lapor, karena berprasangka baik dulu ke pihak perusahaan tetapi kalau tidak ditanggapi kami akan lapor ke dinas terkait," pungkasnya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600