Enam Santri Terkena Hepatitis, Dinkes Kab Cirebon Tetapkan KLB
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Feb 04, 2018 | 20:21 WIB
Enam Santri Terkena Hepatitis, Dinkes Kab Cirebon Tetapkan KLB
Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum 1, KH. Mahfudz Hudlori. (Faqih Rohman/Ayocirebon).

DUKUHPUNTANG, AYOCIREBON.COM --Sebanyak tujuh orang yang terdiri dari enam orang santri Tsanawiyah dan satu petugas dapur Pondok Pesantren Manbaul Ulum 1 Kabupaten Cirebon pada Januari lalu terkena penyakit Hepatitis.

Atas kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon kemudian menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Pengasuh Ponpes, KH. Mahfudz Hudlori mengatakan kejadian tersebut terjadi pada 13 Januari 2018, sebanyak 36 santri mengeluh sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas medis setempat diketahui santri diduga terkena penyakit kuning atau hepatitis.

"Setelah dilakukan diagnosa lebih lanjut, ternyata dari keseluruhan terdapat enam orang santri dan satu petugas dapur Ponpes," ujarnya kepada Ayocirebon, Minggu (4/2/2018).

Pihak pesantren kemudian mengambil tindakan dengan melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Atas usul dinas para santri dianjurkan untuk melakukan vaksinasi, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit. 

"Setelah tiga hari kemudian Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan ke pondok, dan melakukan penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi, dan cek beberapa santri yang terkena penyakit atau tidak dan mendirikan posko," ungkap Mahfudz. 

Ia menuturkan untuk mensterilkan lingkungan Ponpes, pada tanggal 19 - 23 Januari 2018 kegiatan belajar mengajar diliburkan, dan para santri pun sengaja dipulangkan. 

"Dari 530 santri yang ada sampai saat ini sebanyak 95% sudah kembali ke rutinitas dan sisanya masih di rumah untuk perawatan," katanya. 

Lanjutnya, menurut Dinkes penyebab dari kejadian ini bisa saja karena air yang tercemar kotoran sehingga membawa beberapa bakteri penyakit hepatitis.

Sementara itu, Suganda, salah satu wali orangtua murid mengatakan walaupun anaknya tidak terjangkit penyakit hepatitis, namun kejadian tersebut memang betul adanya.

"Kebetulan anak saya ya Alhamdulillah karena sudah vaksinasi ketika kecil enggak kena, tapi sempat diliburkan satu minggu disterislisasi baik putra dan putri," bebernya. 

Dia mengaku kagum dengan tindakan Ponpes yang secara cepat dan tanggap menghubungi berbagai pihak yang kompeten guna memutus mata rantai penyebaran hepatitis.

"Upaya pondok hingga hari ini saja dilakukan tes darah dan juga penyuluhan, tindak lanjutnya dengan imunisasi hepatitis. Alhamdulillah disini cepat," pungkas Suganda.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600