Cara Polres Cirebon Kota Atasi Keresahan Warga akibat Orang Gila
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Feb 08, 2018 | 16:01 WIB
Cara Polres Cirebon Kota Atasi Keresahan Warga akibat Orang Gila
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid. (Faqih Rohman/ayobandung)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Mengantispasi adanya peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Jawa Barat, Polres Cirebon Kota bersama RSUD Gunung Jati mendata dan memonitor keberadaan penderita gangguan jiwa di Kota Cirebon agar tidak berkeliaran. 

"Supaya mereka (orang gila) tidak berkeliaran pendataan kami sudah lakukan dengan berkoordinasi dengan RSUD Gunung Jati," ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid kepada Ayocirebon, Kamis (8/2/2018).

Adi menjelaskan setelah dilakukan pendataan penderita gangguan jiwa, pihaknya akan mendatangi kediaman keluarganya dan mengimbau agar pihak keluarga menjaga sanak familinya tersebut agar tidak berkeliaran dan meresahkan warga.

Soal data jumlah penderita gangguan jiwa di Kota Cirebon, Adi enggan membukanya lantaran data tersebut bersifat rahasia karena menyangkut privasi orang tetapi pihaknya sudah mengetahui semuanya.

"Data tidak boleh disebarkan karena itu rahasia kedokteran tapi sudah ada," terang Adi. 

Kepanikan atau keresahan warga Kota Cirebon dan lingkungan pesantren terhadap keberadaan penderita gangguan jiwa dipicu oleh peristiwa pemukulan terhadap tokoh agama di Cicalengka Kabupaten Bandung dan di Cigondewah Kota Bandung. Akibatnya jika ada penderita gangguan jiwa berada disekitar lingkungan rumah, warga menjadi takut atau terancam. 

"Muncul kepanikan kalau ada orang gila yang sekitar pesantren jadi merasa terancam," ungkap Adi Vivid. 

Adi mengatakan selain dengan melakukan pendekatan secara persuasif dengan pihak keluarga penderita ganggua jiwa, Polres Cirebon Kota bersama instansi terkait secara berkala akan merazia tempat-tempat yang disinyalir banyak penderita gangguan jiwanya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya agar jangan panik, karena polisi siap menjaga keamanan warga. 

"Kemarin Rabu (7/2/2018) kami bersama Satpol PP dan Dinsos Kota Cirebon razia orang gila, pemulung dan pengemis ada 12 yang diamankan, dan ada juga yang sudah diambil sama keluarganya. Kepada warga waspada harus tapi jangan panik," pungkasnya. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600