Polres Indramayu Bekuk Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Feb 08, 2018 | 19:07 WIB
Polres Indramayu Bekuk Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Ilustrasi.

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Kepolisian Resort Indramayu berhasil membekuk tiga orang tersangka penyalahgunaan BBM bersubsidi pada Jumat (26/1/2018) di Desa Tersana Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu. 

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin dalam rilisnya menyebutkan ketiga orang tersangka berinisial LAZ, WRY, dan WRD. Penangkapan didasari oleh laporan dari masyarakat yang menyebutkan terdapat seseorang yang menyalahgunakan BBM bersubsidi jenis premium di Desa Tersana dari SPBU Pilangsari Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

"Atas informasi tersebut Satreskrim Polres Indramayu melakukan pengejaran. Dalam pengejaran tersebut pelaku ditangkap bersama barang bukti BBM bersubsidi yang sedang diangkut dengan mobil pick up," ujarnya, Kamis (8/2/2018).

Modus yang digunakan pelaku, Lanjut Arif yaitu membeli BBM bersubsidi jenis premium dan menjualnya kembali ke pom mini. Adapun barang bukti sebanyak 60 jerigen jenis premium masing-masing berisi 35 liter, satu unit Suzuki Pick Up warna hitam, dan satu unit Suzuki Carry warna biru.

Atas perbuatannnya, pelaku disangkakan Pasal 55 Junto 53 huruf B, dan D Undang-undang RI No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama enam tahun. 

Sementara itu, pihak Pertamina ketika dihubungi ayocirebon, mengimbau kepada masyarakat agar membeli BBM di lembaga penyalur yang resmi untuk menjamin kemurnian BBM dan takaran yang sesuai atau pas.

"Yang paling diutamakan adalah harus memenuhi aspek safety baik untuk perlengkapan yang tersedia di lokasi penjualan maupun keterampilan tenaga penjual dalam mengantisipasi kondisi bahaya," ujar Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dian Hapsari, Kamis (8/2/2018).

Dian mengatakan sehubungan dengan tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi di Desa Tersana, pihak Pertamina menghormati proses hukum yang dijalankan sesuai prosedur.

Selain itu Pertamina pun mengajak masyarakat bila menemukan pelanggaran atau penyalahgunaan BBM untuk segera menghubungi Contact Center

"Kami ajak masyarakat apabila menemukan praktik-praktik seperti ini yang menyalahi aturan dapat menghubungi Contact Center 1 500 000," pungkasnya. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600