Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berpengaruh Terhadap Harga Pangan
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Mar 26, 2018 | 19:44 WIB
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berpengaruh Terhadap Harga Pangan
Kepala Bank Indonesia Cirebon, Abdul Madjid Ikram saat berbicara pada awak media di Kantor BI Cirebon, Senin (26/3). (ayocirebon/Faqih Rohman)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM – Imbas dari kebijakan pemerintah menaikkan bahan bakar minyak non-subsidi per Sabtu (24/3/2018) lalu sebesar Rp200 per liter tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan pangan dan jasa transportasi niaga di wilayah Cirebon. Sebab, bahan bakar minyak yang digunakan untuk jasa perniagaan masih menggunakan BBM bersubsidi.

“Relatif tidak ada hubungannya dengan kenaikan biaya transportasi niaga barang yang dipindahkan. Beda halnya dengan diesel, pertalite banyak digunakan oleh masyarakat untuk tujuan konsumtif,” ujar Kepala Bank Indonesia Cirebon, Abdul Madjid Ikram kepada awak media di Kantor KPw BI Cirebon, Senin (26/3/2018).

Masyarakat, sambung Madjid, tak perlu khawatir dengan kenaikan BBM non-subsidi. Menurutnya, jikapun harga pangan di Cirebon mengalami kenaikan, maka yang dirugikan adalah para pedagang. Sebab, konsumen tidak mungkin mengurangi pembelian BBM untuk beraktivitas, tetapi anggaran untuk biaya lainnya akan dialihkan.

"Misalnya jika saya pakai biasanya 10 liter pertalite, ketika naik pun saya pasti belinya segitu. Tetapi saya mungkin akan memotong anggaran lainnya," ujar Madjid.

Tarif Jalan Tol Direncanakan Turun

Di tengah gonjang-ganjing kenaikan harga BBM non-subsidi, pemerintah berencana menurunkan tarif tol khusus untuk kendaraan niaga berat seperti truk dari kategori ringan sampai berat dan lain sebagainya. 

"Kami dapat informasi bahwa pemerintah pusat berencana akan menyusuaikan harga atau turun tarifnya untuk jenis kendaraan niaga berat," ungkap Madjid. 

Madjid menjelaskan, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan rencana tersebut, karena dampaknya akan sangat signifikan bagi para pedagang di Kota Cirebon mengirim barangnya melalui Tol Cipali.

Jika hal tersebut terealisasi, Madjid mengimbau para pedagang untuk bijaksana menurunkan harga jualannya. Selain itu, masyarakat juga harus kritis bila ada kenaikan harga barang.

"Harapannya rencana ini bisa segera direalisasikan dan kami dukung itu. Produsen dan pedagang di Kota Cirebon sepatutnya bisa turunkan harga barang karena biaya transportasinya lebih murah," pungkasnya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600