Ratusan Korban Penipuan BMT Global Insani Tuntut Ganti Rugi
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Apr 08, 2018 | 17:28 WIB
Ratusan Korban Penipuan BMT Global Insani Tuntut Ganti Rugi
Ratusan nasabah Global Insansi saat melakukan unjuk rasa. (Faqih Rohman/ayobandung)

DEPOK, AYOCIREBON.COM -- Ratusan nasabah korban penipuan BMT Global Insani berunjuk rasa menuntut pengembalian uang biaya paket perjalanan haji dan umroh di depan Rumah H. Basuni pemilik Global Insani yang terletak di Desa Kasugengan Kidul, Depok, Kabupaten Cirebon, Minggu (8/4/2018).

Massa yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu, Tangerang, Serang, Kuningan, dan Majalengka. Massa mulai berkumpul di lokasi aksi pada siang hari. Dalam aksinya mereka melakukan longmarch dari depan jalan raya provinsi. Sebagian lainnya memakai kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Lokasi pertama yang mereka datangi adalah kediaman H. Basuni. Massa meneriaki penghuni rumah tersebut. Namun apa daya penghuni rumah tidak ada. Massa yang kesal kemudian melakukan aksi menyobek brosur Global Insani dan merusak pagar rumah Basuni. 

Massa kemudian bergerak ke lokasi kedua. Di lokasi tersebut, massa bertemu dengan perwakilan dari Global Insani yakni Yuki. Massa lantas marah lantaran Yuki tidak bisa memberikan uang ganti rugi dan hanya menjanjikan bahwa uang nasabah akan segera dikembalikan.

Setelah itu, Yuki kemudian digiring oleh massa menuju Pabrik PT Surabraja yang merupakan bagian dari Global Insani. Ketika menuju pabrik yang memproduksi kecap dan saus tersebut, massa dihadang oleh warga sekitar yang menolak penutupan paksa pabrik oleh massa.

Sempat terjadi cekcok di antara keduanya bahkan sampai memanas, tetapi aparat kepolisian sekitar datang melerainya. Aksi menuntut janji dan ganti rugi kepada Global Insani ini berlangsung hingga sore hari. Kedua belah pihak belum menemui kesepakatan atau titik terang penyelesaian permasalahan. 

Salah seorang nasabah asal Cirebon, Endang mengatakan sekitar 4500 nasabah Global Insani tidak jadi berangkat haji atau umrah. Setiap nasabah sedikitnya menyimpan dana sebesar Rp8 juta bahkan sampai ratusan juta. Dalam prosesm pengelola diubah ke Jabon (Jati Kebon) tanpa sepengetahuan nasabah.

"Dari semua jemaah atau nasabah yang tertipu total kerugiannya mencapai Rp60 miliar. Kami pun menutut janji H. Basuni yang telah dijanjikan sebelumnya," ungkap Endang.

Nasabah lainnya asal Tangerang, Imam, menuturkan jemaahnya yang ikut program tersebut sekitar 600 orang, mereka menyetorkan dana bervariasi. Untuk haji sekitar Rp25 juta yang dibayarkan ke Global Insani, dan harusnya ini dibayarkan oleh Global Insani ke bank. Tetapi kenyataannya tidak ada sama sekali. 

"Malahan jemaah kami ditagih oleh bank untuk membayar pokoknya berkisar Rp50 - 60 juta," ungkapnya. 

Perwakilan Global Insani, Yuki, mengaku pihaknya akan berusaha mengembalikan uang para nasabah, namun untuk saat ini belum ada dana tunai karena aset Jabon yang terletak di Sukabumi dan direncanakan untuk dilelang belum terjual. 

"Nanti setiap transaksi uangnya masuk kurator dan pengadilan yang nanti akan diberikan kepada nasabah. Jumlah pastinya beluk tahu namun Insya Allah mencukupi. Nilai aset yang akan dipanen sekitar Rp30 miliar," pungkasnya. 
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600