Operator dan Fasilitator Pelabuhan Cirebon Harus Jaga Lingkungan
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Apr 13, 2018 | 15:06 WIB
Operator dan Fasilitator Pelabuhan Cirebon Harus Jaga Lingkungan
Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Supriyono. (Faqih Rohman/ayobandung)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Menjelang musim kemarau, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Kelas II Cirebon mengingatkan kepada operator bongkar muat untuk menjaga lingkungan Pelabuhan Cirebon agar tidak terjadi pencemaran di laut dan udara.

"Upaya menjaga lingkungan di pelabuhan ini dibuktikan dengan adanya fakta integritas yang ditandatangani oleh semua pihak terkait," ujar Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Supriyono kepada Ayocirebon, Jumat (13/4/2018).

Dijelaskannya ajakan menjaga lingkungan ini termaktub dalam Peraturan Menteri No. 29 Tahun 2014 tentang penanggulangan pencemaran laut dan lingkungan maritim. Sedangkan pengejawantahan fakta integritas tersebut melalui penambahan fasilitas-fasiltas penunjang kebersihan. 

"Mereka, pihak yang terkait harus berkomitmen untuk ikut bertanggung jawab semuanya seperti yang diamanatkan dalam UU Pelayaran No. 17 Tahun 2008," kata Supriyono. 

Menurutnya pengawasan dan menjaga lingkungan di sekitar maritim bukan hanya menjadi tugas KSOP saja, tetapi operator dan fasilitator harus ikut serta di dalamnya. Misalnya penyediaan tempat sampah di sekitar pelabuhan. Sementara di laut dengan menyiapkan perahu atau sampan untuk mengambil sampah yang mencemari lautan. 

"Kami imbau kepada Pelindo II Cirebon selaku operator dan fasilitator untuk ikut concern jaga lingkungan pelabuhan," terangnya. 

Sementara itu, Deputi Manager Operasi Pelindo II Cirebon Sendy Fernando, mengatakan secara rutin Pelindo II Cirebon selalu melaksanakan pantauan lingkungan setiap triwulan mengecek kualitas air dan udara. Dia mengatakan saat ini pihaknya telah menunjuk konsultan yang bersertifikat untuk mengujinya. Saat ini tinggal menunggu hasilnya. 

"Sekarang sedang diproses, pengambilan sampel dilakukan pada 20 Maret 2018 lalu yang dilakukan bersama polisi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon dan Pelindo. Tinggal tunggu saja hasilnya seperti apa dan tentunya ini lebih independen," katanya. 

Sendy menjelaskan terkait pencemaran ada baku mutunya, bila sudah melewati ambang batas yang ditentukan oleh DLH, maka itu termasuk pencemaran. Ia mengklaim hingga kini kondisi air laut di Pelabuhan Cirebon dalam kondisi baik.

"Dilihat kasat mata saja airnya cukup baik terlihat dari adanya ikan-ikan. Tetapi kita harus pastikan dulu dengan data dan uji lab yang dilakukan oleh konsultan. Hasil lab itu nantinya akan disampaikan ke DLH Kota Cirebon," pungkas Sendy. 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600