Tol Cipali Berdampak Pada Lesunya Pertumbuhan Ekonomi Indramayu
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Apr 20, 2018 | 07:24 WIB
Tol Cipali Berdampak Pada Lesunya Pertumbuhan Ekonomi Indramayu
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Cirebon, Rawindra Ardiansah. (Faqoih Rohman/ayocirebon)

KOTA BATU, AYOCIREBON.COM--Sejak diresmikan tahun 2015, Tol Cipali berdampak pada daerah sekitarnya. Wilayah Indramayu yang dilewati tol tersebut mengalami kelesuan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2017 pertumbuhannya hanya mencapai 3.28%.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Cirebon, Rawindra Ardiansah, menjelaskan sebelum adanya Tol Cipali, Jalur Pantura Indramayu ramai dilewati oleh kendaraan, sehingga sektor perdagangan seperti restoran, kuliner, pom bensin, pertokoan dan lainnya menyumbang pada pendapatan Pemda. 

"Tapi ketika adanya Cipali pengaruhnya besar. Ini menghantam sekali Indramayu, pada tahun 2016 saja pertumbuhannya hanya 0.08%," ungkapnya kepada awak media, Kamis (19/4/2018).

Dia menuturkan terdapat dua penopang pertumbuhan ekonomi Indramayu yaitu sektor pertambangan migas Balongan dan pertanian beras. Pengaruh migas sangat besar bagi pendapatan pemda, tapi di tahun 2015 mulai turun ketika harga komoditas dunia termasuk migas anjlok.

Sedangkan untuk pertanian, Indramayu yang merupakan lumbung padi dapat menyumbang sekitar 60% cadangan beras di Jawa Barat. Namun bila produksi beras menurun maka akan berpengaruh kepada Jabar, ini pun terjadi sebaliknya.

"Kedua komoditas tersebut merupakan pengaruhnya. Tahun 2015 harga minyak anjlok, tapi mulai naik pada tahun lalu. Ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi, dari 0.08% naik menjadi 3.28%," kata Rawindra. 

Dia menambahkan secara urutan pertumbuhan se-Ciayumajakuning Indramayu berada di posisi terendah tetapi untuk ruang lingkupnya lumayan besar bila dibandingkan dengan lainnya.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600