Tingkatkan Marketshare Perbankan Syariah, OJK Aktifkan Kembali Asbisindo Cirebon
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Apr 20, 2018 | 19:11 WIB
Tingkatkan Marketshare Perbankan Syariah, OJK Aktifkan Kembali Asbisindo Cirebon
Ilustrasi -- Seorang pegawai saat melayani nasabah di bank bjb syariah. (Ramdhani/AyoMedia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM--Guna meningkatkan pertumbuhan marketshare perbankan syariah di Cirebon, Otoritas Jasa Keuangan setempat mengaktifkan kembali Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia cabang Cirebon setelah tiga tahun vakum. 

Ketua OJK Cirebon, M. Lutfhi menyatakan, diaktifkannya kembali Asbisindo Cirebon didorong oleh marketshare perbankan syariah di Kota Udang yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasional yang berada pada kisaran 5-6% per tahun. Pada tahun 2017, marketshare di Cirebon menembus angka 7,3% per tahun, 7,7% di tahun 2016, dan 8,3% di tahun 2015.

Meski terus terjadi penurunan, tapi angka tersebut masih berada di atas pertumbuhan nasional. Dengan begitu, Cirebon masih memiliki tren positif bagi pertumbuhan perbankan syariah di tahun mendatang.

"Perbankan syariah ada yang bilang jalan di tempat, tetapi tetap tumbuh. OJK Cirebon concern dan peduli terhadap perbankan syariah. Kami dorong Asbisindo Cirebon untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah supaya lebih besar lagi," ungkap Luthfi kepada ayocirebon beberapa waktu lalu.

Wilayah Ciayumajakuning, menurut Luthfi, berpotensi di bidang perbankan syariah lantaran mempunyai ribuan pesantren serta mayoritas warganya beragama Muslim. Selain berkerja sama dengan Asbisindo Cirebon, OJK pun menggandeng MES Cirebon untuk mengembangkan produk keuangan syariah.

Luthfi menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah yang terbilang masih rendah disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat itu sendiri. Padahal, konsep syariah sangat berbeda dengan konvensional. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengeluarkan fatwa bahwa bunga adalah riba yang dilarang oleh agama.

"Kalau bunga dihitung di depan dengan bagi keuntungan yang ditetapkan di muka. Tetapi bagi hasil berbeda karena untung ruginya fluktuatif dan dibagi sesuai nisbahnya," kata Lutfhi. 

Lebih lanjut, Luthfi menuturkan, hingga kini terdapat 10 perbankan syariah di Cirebon. Bila ini dimanfaatkan semaksimal mungkin, potensinya sangat besar. Tak hanya itu, peran serta dari tokoh agama dalam menjelaskan konsep syariah yang benar juga akan mendorong peningkatan marketshare perbankan syariah.

"Untuk itu kami akan datangi beberapa basis pesantren besar di Cirebon, selain itu sosialisasi pada masyarakat akan terus digalakan tentang produk keuangan syariah dan perbankan syariah," pungkas Luthfi.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600