Sultan Sepuh Dorong Revisi UU Terorisme Segera Dirampungkan
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada May 14, 2018 | 16:45 WIB
Sultan Sepuh Dorong Revisi UU Terorisme Segera Dirampungkan
Sultan Sepuh XIV, Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadingrat. (Antara)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Sultan Sepuh XIV, Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadingrat mendorong penyelesaian revisi UU Terorisme dan UU Keamanan Nasional untuk memaksimalkan kinerja Polri dalam memberatas teroris. 

Menurutnya, penyelesaian UU tersebut yang melibatkan unsur Polri, TNI, dan unsur terkait lainnya merupakan sebuah keharusan ditengah maraknya peristiwa-peristiwa teror yang tengah terjadi saat ini. Polri tetap sebagai ujung tombak dalam proses penindakan dan penyidikan, sedangkan TNI sebagai unsur pendukung sehingga penangannya bisa dipertanggung jawabkan. 

"Masalah penyelesaian revisi UU Terorisme yang akan melibatkan TNI dan unsur terkait lainnya, tetapi Polri tetap sebagai ujung tombaknya. Sehingga penangannya bisa dipertanggung jawabkan baik secara hukum, HAM, dan politik," ungkapnya kepada Ayocirebon, Senin (14/5/2018).

Dia mengatakan, sudah saatnya Polri melalui PTIK membuka program pendidikan tentang Keamanan Nasional atau National Security Program bagi anggota Polri dan masyarakat umum. Nantinya ketika lulus dari jurusan tersebut mempunyai wawasan yang komprehensif tentang keamanan negara.

Selain itu, sudah saatnya Badan Intelejen Negara (BIN) selaku koordinator fungsinya harus diperkuat juga melalui revisi UU Intelelen. Saat ini, fungsi BIN dibatasi sehingga geraknya terbatas tidak seperti dulu ketika di zaman Orde Baru. 

"Sehingga bisa segera mencegah tindakan terorisme, anarkisme dan gangguan Kamtibmas lainnya," papar Arief.

Arief mengimbau kepada seluruh keraton se-Nusantara untuk selalu siaga membantu Polri, TNI dan masyarakat dalam menangani masalah terorisme, radikalisme dan gangguan Kamtibmas lainnya demi memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

"Keraton se-Nusantara siaga menjaga persatuan dan kesatuan umat, suku dan etnis di Indonesia," pungkasnya. 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600