Kang Maman Dorong Pengesahan Revisi UU Anti-Terorisme
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada May 15, 2018 | 18:40 WIB
Kang Maman Dorong Pengesahan Revisi UU Anti-Terorisme
Kang Maman Imanulhaq. (Antara)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM--Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH. Maman Imanulhaq mendorong agar Revisi Undang-undang Anti-Terorisme segera disahkan guna memaksimalkan kinerja Polri dalam penanganan terorisme.

Menurutnya, pengesahan tersebut bila perlu dilakukan pada masa sidang sekarang. Lantaran melihat situasi dan kondisi saat ini terjadi aksi teror di dua tempat yaitu di Rutan Mako Brimon, Depok, Jabar dan juga aksi pengeboman di Surabaya. 

"Kita tidak ingin melihat terus belanjut berjatuhan korban teror, hanya karena terkendala oleh regulasi," ungkapnya kepada Ayocirebon, Selasa (15/5/2018).

Dijelaskan, untuk pemberantasan terorisme harus dimulai dari hulu ke hilir. Maksudnya, hulu tersebut berkaitan dengan regulasi UU Anti-Terorisme yang hingga kini masih dibahas oleh Pansus DPR Komisi 1 dan 3. Sedangkan hilir terkait tentang penyelesaian atau pemberatasan faham radikal tersebut. 

Lambatnya pengesahan tersebut, lanjut Maman, disebabkan masih terdapat kendala di pihak pemerintah terutama dari petinggi TNI, Polri, Menkopolhukam dan BNPT. Seharusnya mereka duduk bersama agar ini bisa dipercepat UU tersebut disahkan sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat. 

"Maka diperlukan untuk duduk bersama agar bisa cepat disahkan. Karena akan jadi payung hukum untuk aparat tangani terorisme," kata Kang Maman. 

Kang Maman menambahkan, seharusnya Presiden Jokowi mengkaji penggunaan anggaran atau politik anggaran untuk menangani masalah terorisme,Sebaiknya anggaran tersebut diarahkan ke pencegahan kelompok radikal menyebarkan faham kebenciannya kepada masyarakat luas, bukan fokus pada pemberantasan.

"Anggaran itu harus terukur sampai sejauh mana untuk tangani faham radikal agar tidak meracuni masyarakat. Disamping itu saat ini banyak bermunculan pesantren dan pendakwah yang anti nasionalisme yang memanfaatkan media sosial sebagai media dakwahnya," pungkasnya.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600