Keluarga Korban Bom Surabaya Hanya Inginkan Indonesia Damai
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada May 16, 2018 | 07:08 WIB
Keluarga Korban Bom Surabaya Hanya Inginkan Indonesia Damai
Melisa Saraswati, putri dari Fransisca Edi Handoko, salah satu korban serangan bom surabaya. (Faqih Rohman/ayocirebon)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM--Keluarga Fransisca Edi Handoko (56), salah seorang korban bom Gereja Santa Maria, Ngagel, Surabaya, yang berasal dari Kota Cirebon tidak menyimpan dendam terhadap siapa pun. Bagi mereka, yang terpenting bangsa dan negara Indonesia bisa damai.

"Saya tidak ada dendam terhadap siapa pun yang sudah bikin semua ini terjadi. Saya mau damai aja," ungkap Melisa Saraswati, anak kedua korban di Rumah Duka Golden Gate, By Pass, Kota Cirebon, Selasa (15/5/2018).

Melisa mengatakan, pada awalnya keluarga kaget dan tidak menyangka Fransisca atau Ciska termasuk ke dalam salah seorang korban aksi teror tersebut. Akan tetapi, saat ini keluaga sudah menerimanya, karena yang terpenting mendiang kini bisa tenang. 

"Saya minta doanya saja supaya tenang. Buat yang kenal mama, minta maaf kalau banyak salah dulu, kalau ada yang kurang segala macam bisa hubungi keluarga," terang Melisa.

Di mata keluarga, mendiang Ciska merupakan sosok ibu panutan yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anaknya. Selain itu, Ciska juga dikenal sebagai pribadi yang selalu ceria, rajin dan ulet, serta mencintai batik.

"Mama itu lampu. Kalau enggak ada mama, sekarang seolah redup,” ujar Melisa. Ciska meninggalkan tiga orang anak dan seorang suami. “Tidak ada firasat atau pesan apapun menjelang kepergian mamah," tambahnya.

Jenazah Fransisca Edi Handoko tiba di rumah duka pada Selasa (15/5/2018) malam sekitar pukul 18.40 WIB. Rencananya, pihak keluarga akan memakamkan jenazah Ciska di Pemakaman Sasono Mulyo, Penggung, Kota Cirebon.

Ada dua korban asal Cirebon yang tewas dalam rentetan serangan bom di Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu. Selain Cisca, korban tewas lain bernama Legita Liem yang dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di Rumah Duka Oasis, Tangerang.

Keduanya masih memiliki hubungan keluarga. Di Surabaya, Cisca dan Legita tengah mengikuti acara pameran batik yang bertempat di Grand City Surabaya dari tanggal 9 - 15 Mei 2018. Namun, takdir berkata lain, keduanya meninggal karena terkena ledakan bom di Gereja Santa Maria, Ngagel, Surabaya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600