Mitos Buaya Putih di Sungai Kriyan Kota Cirebon
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Oct 02, 2018 | 14:20 WIB
Mitos Buaya Putih di Sungai Kriyan Kota Cirebon
Sungai Kriyan, Kota Cirebon. (Faqih Rohman/ayocirebon)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Cirebon menyimpan beragam cerita dan mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satunya yang paling terkenal yaitu mitos buaya putih di Sungai Kriyan, Kota Cirebon. 

Masyarakat Cirebon menyebut buaya putih tersebut dengan nama Eyang Putih. Dipercayai buaya tersebut merupakan penjaga Sungai Kriyan dan juga Lawang Sanga yang terletak di Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.

Juru kunci situs Lawang Sanga, Suwari menerangkan mitos buaya putih sudah berkembang di masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Konon, buaya tersebut merupakan jelmaan putra dari Sultan Sepuh I Syamsudin Martawijaya yang bernama Elang Angka Wijaya.

Dikisahkan, Elang Angka Wijaya memiliki kebiasaan buruk yakni setelah makan selalu tengkurap atau ndakom. Sultan pun selalu menasihatinya, namun tidak pernah didengar, hingga akhirnya dari mulut Sultan terucap kebiasaan itu seperti seekor buaya putih. 

"Mitos buaya putih dipercaya anaknya sultan. Orang tua zaman dulu kan sekecap nyata, hingga akhirnya putra sultan tersebut berubah menjadi buaya putih," ujarnya, Senin (1/10/2018).

Dijelaskannya, Elang Angka Wijaya sebelum berubah menjadi buaya putih sering mengeluh kepanasan kepada kedua orang tuanya. Kemudian ketika berendam di kolam yang berada di area keputren, Elang Angka Wijaya kemudian berubah bentuk. 

"Karena sempit, kemudian Elang Angka Wijaya pun meminta izin orang tuanya untuk berendam di Sungai Kriyan," ucapnya.

Sejak mendiami Sungai Kriyan, Elang Angka Wijaya diperingati Sultan agar tidak mengganggu masyarakat sekitar Sungai Kriyan. Suwari menyebutkan buaya putih tersebut bisa hidup di dua alam yakni di darat dan air. 

"Buaya putih tersebut bisa mencala putra dan mencala putri. Bisa hidup di darat dan juga air," katanya. 

Dia menambahkan sampai saat ini masyarakat sekitar Sungai Kriyan masih mempercayai mitos buaya putih. Bahkan pada waktu-waktu tertentu masyarakat memberikan sesajen di sekitar sungai.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600