Ada Simbol Freemason Pada Keramik di Makam Sunan Gunung Jati
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Oct 07, 2018 | 09:42 WIB
Ada Simbol Freemason Pada Keramik di Makam Sunan Gunung Jati
Simbol Freemanson di Makam Sunan Gunung Jati. (ayocirebon.com/Faqih Rohman Syafei)

AYO BACA : Tradisi Lempar Uang di Situs Watu Tameng

GUNUNG JATI, AYOCIREBON.COM --Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu situs peninggalan Islam di Cirebon. Bahkan, kini menjadi destinasi favorit wisata religi yang sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.

Keindahan Makam Sunan Gunung Jati terlihat karena dikelilingi oleh tembok berwarna putih yang dihiasi ribuan keramik berusia ratusan tahun. Namun, di salah satu pojoknya terdapat keramik yang memuat lambang organisasi Freemason. 

Keramik yang berwarna kuning dan bergambar bunga-bunga tersebut terpasang pada tugu pertama pintu sebelah kiri makam. Lambang mistar dan jangka serta huruf G nampak di bagian pinggir keramik. 

Filolog Cirebon, Raffan Safari Hasyim mengatakan keberadaan keramik berlambang Freemason di Makam Sunan Gunung Jati tidak ada sangkut paut atau hubungan dengan organisasi persaudaraan. Dimungkinkan juga, ketika masa itu masyarakat Cirebon belum mengenal organisasi tersebut.

"Tidak sampai ada keterkaitan dengan organisasi persaudaraan Freemason," katanya kepada ayocirebon.com, Sabtu (6/10/2018).

Sambungnya, keramik-keramik yang menempel di bangunan makam berasal dari negeri Tiongkok dan Belanda. Karena ketika itu Cirebon sudah mempunyai hubungan dagang dengan kedua negara tersebut.

"Karena ketersediaan keramik ada dari Tiongkok dan Belanda. Ditambah dengan adanya perjanjian dagang dengan Belanda," terangnya.

Raffan menjelaskan pembangunan Makam Sunan Gunung Jati menyerupai bentuk amphitheater dilakukan oleh Sultan Sepuh IV Sultan Raja Amir Sena Muhammad Jaenuddin. Dengan tujuan untuk memperindah makam, karena sebelumnya keadaannya terbuka. 

"Dibangun dan diperindah pada tahun 1753 - 1773 oleh Sultan Sepuh IV agar lebih indah dan cantik saja," ucapnya.

Keberadaan Loji di Cirebon

Gerakan organisasi persaudaraan Freemason erat kaitannya dengan keberadaan loji atau benteng. Karena pada dasarnya organisasi tersebut tidak mempunyai pusat.

Raffan menerangkan loji atau benteng di Kota Cirebon didirikan oleh para pedagang Eropa pada akhir abad ke-17. Loji ketika itu berfungsi sebagai kantor pemerintahan, kantor urusan dagang, urusan kenegaraan, dan lainnya. 

"Lokasi loji, disekitar gedung British American Tobbacos (BAT). Makanya ada nama Jalan Benteng," ucapnya. 

Dia pun menduga keramik berlambang Fremason di Makam Sunan Gunung Jati ada hubungannya dengan monopoli dagang pedagang Eropa. "Tahun 1681 ada perjanjian, waktu itu sudah ada monopoli dagang. Bisa jadi, ada penjualan keramik dan hasil bumi harus dijual ke pedagang Belanda," pungkasnya. 

AYO BACA : Mitos Jalan Karanggetas Kota Cirebon Yang Sangat Tersohor

Editor : Rizma Riyandi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600