Ratusan Warga Rebutan Uang Koin di Tradisi Tawurji
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Nov 07, 2018 | 18:40 WIB
Ratusan Warga Rebutan Uang Koin di Tradisi Tawurji
Ratusan warga Cirebon berburu ribuan uang koin yang dibagikan dalam Tradisi Tawurji di depan Bangsal Prabayaksa Keraton Kanoman Cirebon, Rabu (7/11/2018). (Faqih Rohman Syafei/Ayocirebon.com)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Sejak siang hari, sekitar ratusan warga Cirebon berkumpul di depan Bangsal Prabayaksa Keraton Kanoman Cirebon, Rabu (7/11/2018). Mereka berburu ribuan uang koin yang akan dibagikan Keraton Kanoman Cirebon dalam Tradisi Tawurji.

Tua-muda, laki-laki-perempuan berdiri menunggu Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emiruddin keluar dari kediamannya di Kaputren dengan membawa sekotak uang koin yang sudah didoakan. Ketika Sultan membagikan uang koin tersebut, warga yang sudah menunggu rebutan memburu uang tersebut untuk berburu berkah.

AYO BACA : Keraton Kanoman Cirebon Gelar Tradisi Tawurji dan Ngapem

Salah seorang warga, Agung Rohani mengaku senang mengikuti tradisi tawruji dan ngapem di Keraton Kanoman Cirebon. Dikatakannya, ini adalah kali pertamanya ikut serta memburu uang koin yang dibagikan Sultan.

"Ini pertama kalinya mas, setiap tahun datang lihat tradisinya. Tetapi gak pernah ikutan, sekarang ikutan rasanya senang mas," katanya kepada ayocirebon.com, Rabu (7/11/2018).

AYO BACA : Tradisi Lempar Uang di Situs Watu Tameng

Dia mengatakan uang koin yang didapatkannya hanya berjumlah sekitar Rp15 ribu. Dirinya pun tidak mempermasalahkan jumlah uangnya, tetapi dia ingin mendapatkan berkah. "Tahun ini lebih rame dari sebelumnya. Saya tidak mencari uangnya, tetapi mencari berkahanya atau ngalap berkah," ungkapnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Ratu Raja Arimbi Nurtina menjelaskan tradisi tawurji sudah berlangsung ratusan tahun lalu sejak era Wali Songo. Tawurji selalu dihelat bersamaan dengan tradisi ngapem sebagai bentuk sedekah kepada warga.

Sambungnya, tradisi ini rutin digelar setiap hari Rabu Wekasan atau Rabu terakhir dan spesial di Bulan Safar. Pada rabu wekasan dipercayai mempunyai nilai kekeramatan dan kepercayaan akan turunnya ribuan musibah.

"Tradisi tawurji dan ngapem dilakukan sebagai shodaqoh keluarga Keraton Kanoman Cirebon sebagai bentuk upaya menolak segala jenis mara bahaya atau musibah," jelasnya. 

Dia menambahkan pada tahun ini Keraton Kanoman menyiapkan uang koin dengan total Rp5 juta dengan pecahan Rp500 dan Rp1.000, sedangkan untuk kue apem sebanyak 1.600 buah. Keduanya dibagikan kepada warga.

AYO BACA : Mitos Jalan Karanggetas Kota Cirebon Yang Sangat Tersohor

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600