Kuliner Khas Cirebon, Docang Sejarahnya Disajikan Untuk Meracuni Wali
Oleh Faqih Rohman Syafei, pada Dec 02, 2018 | 18:42 WIB
Kuliner Khas Cirebon, Docang Sejarahnya Disajikan Untuk Meracuni Wali
Docang Cirebon. (Faqih Rohman Syafei/Ayocirebon.com)


LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM--Berkunjung ke Cirebon belum lengkap bila tidak mencicipi kuliner khasnya. Selain empal gentong dan nasi jamblang, ada satu kuliner yang cukup unik yakni docang.

Docang merupakan kuliner khas yang hanya bisa ditemui di Cirebon, bahkan disetiap sudut jalan mudah ditemukan. Kuliner ini, konon sejarahnya dibuat untuk meracuni para Wali Songo.

Salah seorang penjual docang, Sugan (40) mengatakan docang terbuat dari campuran potongan lontong, parutan kelapa, daun singkong, daun kucai, toge, dan kerupuk. Bahan-bahan tadi kemudian disiram dengan kuah dage atau oncom.

AYO BACA : Intip, Kuliner Khas Gunung Jati Cirebon Yang Enak dan Murah

Lebih lanjut, kata docang terdiri atas dua kata, yakni do dari bodo yang antinya baceman dage atau oncom dan cang dari kacang hijau yang telah berubah menjadi toge. Disebutkannya, kedua bahan tersebut merupakan bahan utama pembuatan docang.

"Docang kuliner asli Cirebon, kuliner ini salah satu yang jadi favorit warga Cirebon bahkan wisatawan yang berkunjung ke Cirebon," kata Sugan yang telah berjualan 10 tahun di Jalan Bahagia, Kota Cirebon, Minggu (2/12/2018).

Dia menjelaskan menurut cerita orang tua dahulu kemunculan docang ada hubungannya dengan para wali sanga. Pada masa itu, ada salah seorang pangeran yang tidak menyukai syiar Islam oleh wali sanga di Cirebon dan pulau Jawa.

AYO BACA : Aroi Mak, Sajikan Kuliner ala Thailand

Pangeran itu, kemudian membuat makanan yang terdiri atas campuran makanan sisa yang dikumpulkan. Lalu, makanan tersebut disajikan kepada para wali sanga yang sedang berkumpul di Mesjid Sang Cipta Rasa Kesultanan Cirebon.

"Makanan racun yang disajikan itu, malah sebaliknya jadi disukai oleh para wali sanga dan tidak terjadi apa-apa," terang Sugan.

Seiring berjalannya waktu, docang menjadi salah satu kuliner yang sangat digemari oleh warga Cirebon, bahkan menjadi menu favorit sarapan. Selain rasanya yang unik, harganya pun sangat bersahabat dengan dompet.

"Sekarang jadi menu sarapan yang paling digemari, apalagi jika dimakan dalam keadaan panas. Harga ada yang jual dari Rp5.000-Rp15.000, kalau saya jual Rp7.000/porsi," sebutnya.

Sementara itu, salah seorang penikmat docang, Nunung mengungkapkan docang memiliki rasa yang unik dari makanan lainnya di Cirebon. Dia biasanya mencicipi docang pada waktu tertentu, yakni pagi atau malam hari.

"Kalau pagi saya biasanya untuk sarapan, kalau malam jika cuaca sedang dingin atau hujan. Gurih dan hangat kuahnya yang bikin ketagihan," pungkasnya.

AYO BACA : Unik, Kue Ini Bermotif Batik Megamendung

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600